MAN 1 Larang Anak Didik Konvoi Dan Coret Seragam

0
81

KUALA TUNGKAL – Tidak ingin gagal dalam membentuk akhlak terhadap anak didik, Madrasah Aliyah Negeri 1 Kuala Tungkal yang berlokasi di Jalan Syarif Hidayatullah, melarang anak didik mereka melakukan konvoi dan coret seragam usai kelulusan.

Sebab, pihak sekolah tidak ingin anak didik mereka dicap masyarakat pengguna jalan raya sebagai anak yang tidak berakhlak, dan terutama bagi orang tua mereka yang akan malu melihat kegiatan anak-anak mereka yang semena-mena dan tidak terarah itu.

Hidayat Samin guru Biologi yang juga Waka Kesiswaan MAN 1 Kuala Tungkal mengemukakan hal itu. Ia menyebutkan pengumuman kelulusan 139 orang siswa dan siswi kelas III sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Provinsi sudah diumumkan pada Kamis (3/5) kemarin.

Sebelum melihat pengumuman kelulusan di Website, mereka diberikan arahan oleh Kepala Sekolah dibantu oleh Waka Kurikulum dan Waka Kesiswaan, agar bersyukur kepada Allah S.W.T karena mampu melewati UNBK dan dinyatakan lulus.

“Jadi ungkapan bahagia dan syukur siswa diarahkan oleh stakeholder pendidikan kearah positif. Melarang komvoi dan coret – coret karena ada resiko dari yang kegiatan tersebut,” ungkap Hidayat via ponsel (4/5).

Hidayat menjelaskan, kegiatan konvoi bisa berdampak menimbulkan kecelakaan lalulintas pada diri mereka sendiri. Kemudian, aplikasi pembelajaran selama 3 tahun semenjak kelas I, II dan Kelas III mereka gagal. Selanjutnya berdampak pada masyarakat pengguna jalan. Jalan jadi macet dan mereka di cela oleh masyarakat bahwa mereka tak beradab atau berakhlak.

“Selain itu juga berdampak bagi Madrasah. Yang artinya Visi dan Misi MAN 1 tidak terlaksana atau Madrasah gagal dalam pemebentukan akhlak peserta didik. Dan tidak kalah pentingnya, bagi orang tua mereka akan malu melihat kegiatan anak mereka yang semena-mena dan tak terarah itu,” sebutnya.

Maka dari itu pihak madrasah memberikan arahan salah satunya, mereka menyisihkan uang jajan mereka walaupun sedikit dan peralatan sekolah yang bagus tapi dan tidak dipakai untuk disumbangkan bagi yang membutuhkan.

“Berbagi mendidik mereka berkarekter empati terhadap sesama. Bukan merendahkan mereka yang menerima tapi memberikan ikatan persaudaraan sesama makhluk ciptaan Allah S.W.T.

Mudah-mudahan dengan berbagi ini mereka nanti menjadi generasi yang hebat dan bermartabat,” sebut Hidayat.

Selain itu pihak sekolah juga beraharap, agar siswa mengaplikasikan konsep pembelajaran di Madrasah  yang perpikir logis, berjiwa sehat, kreatif dan inovatif serta ketauladanan yang berlandaskan syariat islam. Dalam berkehidupan sehari-hari. (w02)

LEAVE A REPLY