Sekda Minta Satgas Karhutla Harus Bekerjasama dengan Baik   

0
7
Sekda M. Dianto saat mencoba alat pemadam kebakaran

warnajambi.com, JAMBI – Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diminta bekerjasama dengan baik dan bekerja maksimal untuk mencegah kebakaran agar kabut asap yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang.

Hal itu diungkapkan Sekda M. Dianto dalam Aktivasi dan Peninjauan Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Karhutla Provinsi Jambi Tahun 2018, bertempat di terminal lama Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu (25/7).

“Semoga Satgas bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” harap Sekda.

Selain itu Sekda juga meminta perusahaan-perusahaan perkebunan menyiapkan Tim Pemadam Kebakaran dan minta Kepala BPBD mengecek kesiapan perusahaan dalam pemadaman kebakaran, apabila terjadi kebakaran di areal perusahaan atau sekitar perusahaan. “Perusahaan harus siap mengatasi kebakaran di wilayah kerjanya. Untuk itu, perusahaan harus punya personil dan peralatan,” ujar Sekda.

Sementara itu, Deputi III BNPB, Ir. Harmensyah mengatakan, ada kecenderungan peningkatan hotspot, seiring dengan musim kemarau saat ini. Dan, lanjut Harmensyah, sudah tepat Gubernur Jambi mengeluarkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan lahan di Provinsi Jambi, bukan hanya karena ada Asian Games, apalagi ada Asian Games.

Harmensyah menyatakan, presiden mengapresiasi penanggulangan karhutla tahun 2016 dan 2017, yang berhasil mengantisipasi supaya tidak terjadi kabut asap, dan hal tersebut karena kerjasama yang baik dari semua pihak terkait.

Harmensyah mengungkapkan, arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas Penanggulangan Karhutla pada 6 Februari 2018, memerintahkan mewaspadai musim kemarau yang mungkin datang lebih awal.

“Persiapan mengatasi karhutla harus segera dimulai, titik api harus segera dipadamkan sedini mungkin. Tugas kita hanya padamkan api dan hilangkan asap. Jangan sampai kejadian terbakar besar baru dipadamkan, mulai dari yang kecil,” tegas Harmensyah.

“Posko ini harus berjalan dengan baik, setiap hari, setiap pagi ada penugasan setiap sore ada evaluasi, di kabupaten juga harus dibentuk Satgas. Kita harus memperkuat pencegahan dengan patroli dan sosialisasi,” lanjut harmensyah.

Harmensyah juga menyatakan perlunya memaksimalkan peran Satgas Pemberdayaan Masyarakat, melibatkan masyarakat setempat untuk menanggulangi terjadinya karhutlah, terutama pada upaya pencegahan.

Harmensyah mengatakan, Sestama akan mendukung operasional karhutla di Provinsi Jambi dengan adanya 2 unit helikopter untuk penanggulangan karhutla.

Hal yang tak langkah pentingnya, ujar Harmensyah, berdoa untuk memohon hujan.

Perwakilan dari BMKG Provinsi Jambi, Putri Anissa memaparkan pantauan hotspot di Provinsi Jambi. Pada hari ini, 25 Juli 2018 ditemukan 3 titik hotpot di Provinsi Jambi, di Kabupaten Tebo 2 titik yakni di Tebo Ulu dan Batanghari 1 hotspot yakni di Bajubang. Hotspot yang ditemukan selama Januari s/d 24 Juli 2018 total 107 titik tersebar se Provinsi Jambi, dan dari Juni sampai 24 Juli total 50 hotspot.

Perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyampaikan, total luas lahan terbakar dari Januari s/d 24 Juli 2018 seluas 130,5 Ha, terdiri dari Kawasan Hutan 41,5 Ha (32 %), kawasan APL (Areal Peruntukan Lain) seluas 89,0 Ha (68%), area terbakar : gambut 9,1 Ha, mineral 121, 4 Ha. (w01)

LEAVE A REPLY